Begitu membuka mata, yang menyambutnya adalah lorong berpilin yang terdistorsi. Di ujung hidungnya tercium bau busuk bercampur aroma mawar yang aneh dan mencekam. Baru saja berpindah ke dunia lain, ia langsung terseret ke dalam gim horor dengan tingkat kematian 99%. Yang lebih tak masuk akal, sistem yang terikat padanya justru memaksanya menaklukkan makhluk bukan manusia, seperti monster jahitan yang bisa menangis, dalang boneka pengendali waktu, hingga penguasa jurang pemakan rasa takut. Saat orang lain di dalam arena gim berjuang mati-matian untuk bertahan hidup dan memecahkan aturan kematian, ia justru harus menjalankan tugas-tugas tak masuk akal, seperti membacakan puisi cinta untuk arwah penuh dendam dan menemani kerangka menari dansa melingkar. Sistem memperingatkan, kegagalan berarti pemusnahan seketika. Sebaliknya, keberhasilan akan memberinya kemampuan bertahan hidup. Ketika strategi romantis bertabrakan dengan teror yang mencekam, dan batas antara ketulusan dan kepura-puraan semakin sulit dibedakan, pilihan apa yang harus ia ambil?