Dia melindungi adik kandungnya selama sepuluh tahun, tapi sang adik malah mengatainya terlalu dominan. Perdana Menteri, Jenderal, Tabib Sakti, hingga Pemimpin Jaringan Rahasia yang dulu dia angkat dengan tangannya sendiri, semuanya berbalik memihak mata-mata musuh. Di hadapan seluruh majelis istana, dia menghancurkan stempel kekuasaannya dan memutuskan semua hubungan. Ketika seluruh pejabat menunggu dirinya jatuh ke dalam lumpur penderitaan, mereka justru menyaksikan sang kaisar kejam dari Salaka, musuh bebuyutannya, memimpin 300 ribu pasukan berkuda besi untuk melamarnya dengan seluruh wilayah kekaisaran sebagai hantaran. Dimas menyapu darah di sudut bibirnya, “Waktu kamu menyelamatkanku dari tumpukan mayat dulu, kamu tidak pernah tanya aku ini siapa.”