Pengantar:
Kapten legendaris Herman Aditya, yang masih mengandalkan prosedur konvensional dalam penerbangan, terpaksa dipindahkan ke bagian penjualan dalam pesawat setelah dipermalukan oleh Arvin Wirawan, manajer operasional penerbangan yang juga putra seniornya. Sementara itu, kapten baru Farel Pranata terlalu mengandalkan sistem berbasis AI dan mengabaikan pemeriksaan manual, sehingga meninggalkan potensi bahaya. Saat bersiap untuk terbang, Herman menyadari ada kerusakan teknis, namun justru ditertawakan. Karena tekanan ekonomi keluarga, ia memilih tetap bertahan di dalam pesawat meski diperlakukan tidak adil. Tak lama setelah lepas landas, petugas darat menemukan baut yang terlepas, tetapi pesawat sudah mencapai ketinggian jelajah. Saat itu, pesawat tiba-tiba mengalami gangguan serius. Sebagian panel luar terlepas dan menimbulkan guncangan hebat. Herman mengusulkan pendaratan darurat, tetapi dihalangi Arvin. Ketika situasi semakin kritis, Herman mengambil alih kendali kokpit dan menemukan satu-satunya lokasi yang memungkinkan untuk pendaratan darurat adalah sirkuit balap di Mandala. Arvin kembali menghalangi, hingga ketua kru kabin menegurnya karena sikapnya yang bodoh dan membahayakan. Dengan mengandalkan pengalamannya, Herman berhasil membawa pesawat mendarat secara darurat di sirkuit tersebut dan menyelamatkan seluruh penumpang serta awak pesawat.
...Lainnya