

Fina Halim sekeluarga berjumlah empat orang makan hotpot di rumah, namun tabung gas meledak secara tidak sengaja. Saat membuka mata lagi, dia ternyata jadi wanita antagonis di dalam novel yang ditulisnya sendiri. Yang lebih mengejutkan, orang tua dan adik laki-lakinya juga ikut berpindah, menjadi keluarga kaya dalam cerita. Fina sangat memahami alur cerita. Menurut alur semula, mereka akan berakhir tragis karena menyinggung tokoh utama wanita, Anita Liman. Untuk menyelamatkan nyawa dan kekayaan yang ada di depan mata, seluruh keluarga memutuskan untuk menyenangkan Anita. Namun Anita yang terlihat setuju, diam-diam merencanakan sesuatu dengan kakaknya, Jodi Liman. Untungnya Fina yang memahami alur cerita selalu bisa mengatasi semua bahaya. Untuk menyelamatkan diri, Fina setuju untuk membatalkan pernikahan dengan Ivan Lukito, tetapi secara tidak sengaja malah menjadi pengumuman resmi! Fina hanya bisa mengikuti situasi yang salah, sambil melawan musuh, dan menjalani pertunangan dengan Ivan. Akhirnya, wanita antagonis ini berhasil menjadi tokoh utama wanita. Gadis polos nan cerdik itu berhasil menaklukkan hati bos dominan yang arogan dan hidup bahagia.

Zalilah Aella adalah seekor anjing gila yang setia sampai mati kepada Kaisar yang kini lumpuh, Aldi Sakya. Pada hari penobatan Kaisar, dia membantai banyak orang hingga darah menggenangi aula istana. Namun, pada hari itu juga, Aldi Sakya mengakhiri hidupnya sendiri dalam pelukan Zalilah Aella. Didera kesedihan yang mendalam, Zalilah Aella pun kehilangan kesadaran—dan saat dia tersadar kembali, dia telah kembali ke masa lalu. Kini, dia berada di saat Aldi Sakya masih berusia delapan belas tahun, masih seorang pangeran kesembilan yang ceria dan bercahaya, dengan kedua kakinya masih utuh. Di kehidupan ini, Zalilah Aella membawa serta ingatan dari masa lalunya. Dari seorang pengemis kecil, dia menyusup ke istana dan melangkah satu demi satu hingga bisa berdiri di sisi Pangeran Kesembilan. Kali ini, dia akan lebih dulu menghabisi semua iblis yang pernah menyeretnya ke jurang keputusasaan. Dulu, nama asli Zalilah Aella adalah Zalilah Aella yang berarti ""Musim Dingin yang Hina"". Keluarganya melarikan diri ke ibu kota untuk menghindari bencana, namun di tengah perjalanan, kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal dunia. Tinggallah dia seorang diri, mengemis di jalanan demi bertahan hidup. Tak disangka, saat meminta sedekah, dia tanpa sengaja menyentuh ujung lengan baju Anisa Wongso. Karena kesalahan kecil itu, dia dipukuli hingga hampir mati oleh para pelayan. Demi bertahan hidup, Zalilah Aella harus berebut sepotong roti berjamur dengan sesama pengemis dan terus mengalami penghinaan. Di saat itulah, Aldi Sakya yang kebetulan lewat menolongnya. Untuk membalas budi dan demi tetap hidup, Zalilah Aella bersedia menjadi anjing setianya. Aldi Sakya-lah yang kemudian mengganti namanya menjadi Siska Aella. Namun, di kemudian hari, Zallilah baru mengetahui bahwa Aldi Sakya, pria muda yang terjebak sebagai gigolo di rumah bordil, sebenarnya adalah Pangeran Kesembilan yang telah lama menghilang. Karena ulah Perdana Menteri yang bersekongkol dengan Putra Mahkota, seorang pan