Pengantar:
Setiap April Mop, pacarku dan temannya selalu bermain lelucon kejam yang sama, yaitu berpura-pura melamarku. Tahun lalu, aku pasang cincin itu di jariku dengan penuh harap. Tiba-tiba, cincin itu menjeratku. Rasa sakit menjalar di tanganku dan aku berteriak. Pacarku meminta maaf setelah itu dan berjanji bahwa dia akan benar-benar melamar tahun ini. Karena memercayainya, aku datang dengan berdandan rapi. Namun, wajahku dilempar kue. Dia mengulurkan tangan dengan lembut dan mengusap krim di wajahku, seolah semua itu hanyalah lelucon. Namun, kali ini aku menyerah. Setelah enam kali dikecewakan, aku memilih untuk pergi. Jadi, kenapa akhirnya dia malah menyesal?
...Lainnya