Pengantar:
Sudah lima tahun berlalu sejak ibuku menikah dan menjadi bagian dari keluarga kriminal Sterling, tetapi hubunganku dengan saudara tiriku, Louis, masih terasa sangat dingin dan kaku. Dia itu arogan, menjaga jarak, dan bahkan tidak sudi melirikku. Aku tahu lebih baik untuk tidak memaksakan diri. Aku teringat pesan-pesan yang dikirim Rowan setiap malam selama dua tahun terakhir. Pesan-pesan yang membuat wajahku merona dan jantungku berdegup kencang, "Sayang, aku cuma bisa tidur kalau mikirin kamu. Aku harus ketemu kamu. Akan kutunjukkan betapa aku inginkan kamu. Aku hampir gila mikirin kamu ..."
Ibuku tahu soal pacar online-ku, memaksaku untuk putus, dan mengurungku. Ibuku memaksaku ikut kencan buta, tetapi kencan itu tidak berjalan lancar dan aku diselamatkan oleh Louis. Suatu ketika, aku melihat tato di tubuh Louis yang persis sama dengan milik Rowan, pacar online-ku. Dia mencondongkan tubuh ke arahku, dan suara tawanya yang rendah terdengar mengancam. "Kamu pikir kamu bisa godain aku, lalu pergi begitu saja? Siapa yang kasih kamu nyali sebesar itu?"
...Lainnya