

Pemain Basket Universitas Jaza, Kenzo, harus mengakhiri kariernya di lapangan karena cedera dan hanya menjadi "penjaga galon" di bangku cadangan. Pada 15 detik terakhir laga penentuan musim reguler, dia tiba-tiba didorong masuk ke lapangan hanya untuk dijadikan kambing hitam dan bahan ejekan tim. Tanpa diketahui siapa pun, Kenzo sebenarnya telah mengaktifkan "Sistem Dewa Basket". Setiap misi yang diselesaikan memberinya kemampuan baru. Dari pemain cadangan yang terbuang, dia bangkit menjadi MVP final, seorang diri mengalahkan juara bertahan, melakukan dunk brutal atas rookie CBA, bahkan menaklukkan raksasa kulit hitam di bawah ring. Dalam 35 detik, dia mencetak 13 poin dan menciptakan comeback yang luar biasa! Namun, ini hanyalah awal dari perjalanan legendaris Kenzo. Posisi pilihan nomor satu sudah menunggunya!

Ibu angkat Christina memberikannya dua pilihan yang kejam: menyerahkan keperawanannya pada pria berusia 70-an tahun, atau melihat adiknya dibunuh. Dia memilih pilihan pertama, tapi rencananya hancur saat si pria tua itu malah memilih meniduri cewek lain. Tapi tidak disangka, putra tirinya, Logan, akhirnya menjadi takdirnya. "Tidur denganku sekarang juga!" Kata Christina sambil memohon.

Aku dan adikku terlahir kembali tepat di hari kami akan diserahkan pada Iblis sebagai persembahan korban. Hari itu, suami kami, Dewa Air dan Dewa Api, datang menyelamatkan kami. Namun kali ini, tanpa berdiskusi sama sekali, kami membuat pilihan yang sama: menolak diselamatkan dan rela menyerahkan diri pada Iblis.

Zia Seruya mengetahui bahwa suaminya, Marsel Lesmana, yang berhati dingin, memelihara Maya Sanjaya, seorang gadis yang dianggap murni bagaikan malaikat. Protes Zia pada acara keluarga hanya dibalas dengan surat cerai. Ketika ia menolak menandatangani, tekanan dari Marsel meningkat hingga menyebabkan kematian orang tua Zia. Zia kemudian terlahir kembali, tepat pada hari ia menemukan keberadaan Maya. Ia segera mengamankan orang tuanya, menyiapkan dokumen perceraian, dan kini didorong oleh satu rasa penasaran: ingin melihat langsung seperti apakah "malaikat" yang bernama Maya itu.