

Jill Samin adalah putri dari Direktur Utama Yumina Airlines. Dia bercita-cita menjadi pilot sejak dia masih kecil. Saat SMA, dia bertemu dan jatuh cinta dengan Ray Kusman. Demi Ray, dia berhenti mengejar impiannya menjadi pilot dan menjadi pengontrol menara. Setelah tujuh tahun menikah, Jill masih duduk di ruang kendali menara seperti biasanya untuk menunggu Ray pulang, tetapi dia melihat Ray dan Sammy mempunyai hubungan yang tidak wajar, jadi dia memutuskan untuk bercerai. Sebenarnya, saat ini Jill sudah mengidap kanker lambung. Untuk memastikan keselamatan penerbangan Ray, dia tidak berobat dan terus bekerja. Saat dia melihat Ray mengabaikan dan bersikap dingin padanya, Jill akhirnya menyadari bahwa dia tidak boleh lagi berkorban untuk pria ini. Dia memutuskan untuk bercerai dan kembali ke Keluarga Samin. Setelah Jill pergi, Ray merasa tidak ada yang merawat hidupnya, semuanya terasa tidak nyaman lagi. Dia ingin Jill kembali, tapi Jill sudah memulai hidup baru. Pada akhirnya, Ray menyadari bahwa kesombongannyalah yang membuat Jill pergi. Dia menyesal dan memutuskan untuk menunggu Jill kembali.

Pada waktu bersamaan, lahir dua bayi perempuan di Negeri Maheswara. Seorang pertapa meramalkan, salah satu dari mereka ditakdirkan menjadi Putri Titisan Langit, kelak akan menjadi Ratu Agung yang menaungi seluruh negeri. Namun, siapa yang membawa takdir itu baru akan terungkap lewat pernikahan politik di usia delapan belas tahun. Raja Maheswara yakin bahwa Putri Titisan Langit pasti adalah Citra Anggraini. Ia pun mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk membesarkan serta mendidik Citra, sementara Sekar Anggraini diabaikan begitu saja. Delapan belas tahun kemudian, Negeri Maheswara semakin melemah hingga tak punya pilihan selain menikahkan putrinya demi aliansi. Raja Maheswara bersama Selir Ratnasari pun bersekongkol, membuat Citra Anggraini dinikahkan ke keluarga kerajaan dari Negeri Ardhani, sementara Sekar Anggraini justru dipaksa menikah jauh ke Negeri Liar. Karena ibunya masih terkurung di istana, Sekar Anggraini hanya bisa menangis saat dipaksa menikah keluar. Ia pun menempuh perjalanan jauh ke Negeri Liar. Namun, setibanya di sana, ia terkejut melihat pemimpin muda bangsa itu ternyata adalah Raja Adiwangsa dan negeri yang dikira miskin serta tandus justru menyimpan kekayaan berlimpah.
![[Sulih Suara]Ratu Negeri Liar Menjadi Penguasa Seluruh Negeri](https://acfs3.goodshort.com/dist/src/assets/images/pc/common/f901131c-default-book-cover.png)
Pada waktu bersamaan, lahir dua bayi perempuan di Negeri Maheswara. Seorang pertapa meramalkan, salah satu dari mereka ditakdirkan menjadi Putri Titisan Langit, kelak akan menjadi Ratu Agung yang menaungi seluruh negeri. Namun, siapa yang membawa takdir itu baru akan terungkap lewat pernikahan politik di usia delapan belas tahun. Raja Maheswara yakin bahwa Putri Titisan Langit pasti adalah Citra Anggraini. Ia pun mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk membesarkan serta mendidik Citra, sementara Sekar Anggraini diabaikan begitu saja. Delapan belas tahun kemudian, Negeri Maheswara semakin melemah hingga tak punya pilihan selain menikahkan putrinya demi aliansi. Raja Maheswara bersama Selir Ratnasari pun bersekongkol, membuat Citra Anggraini dinikahkan ke keluarga kerajaan dari Negeri Ardhani, sementara Sekar Anggraini justru dipaksa menikah jauh ke Negeri Liar. Karena ibunya masih terkurung di istana, Sekar Anggraini hanya bisa menangis saat dipaksa menikah keluar. Ia pun menempuh perjalanan jauh ke Negeri Liar. Namun, setibanya di sana, ia terkejut melihat pemimpin muda bangsa itu ternyata adalah Raja Adiwangsa dan negeri yang dikira miskin serta tandus justru menyimpan kekayaan berlimpah.