

Terbangun sebagai prajurit tua bangka berusia 75 tahun di Nusawala, Fengki Linoto justru membangkitkan "Sistem Harem" setelah dinikahkan paksa oleh menantunya yang licik. Tiap kali menikah, tubuhnya kembali muda dan kekuatannya melonjak drastis, memungkinkannya menghajar anak durhaka di rumah, mendominasi dunia sastra, hingga membantai musuh di medan perang. Dari sekadar prajurit keroco di tengah kekacauan, Fengki menaklukkan wanita dan lawan satu per satu, membuktikan bahwa jalur pelaminan adalah cara tercepat untuk bangkit menjadi Kaisar penguasa dunia.

Nona S, sang legenda dunia lahir kembali menjadi anak angkat Keluarga Sudito dengan nama yang sama, yaitu Sofia Sudito. Keluarga Sudito paksa Sofia gantikan anak kandung mereka nikah dengan Yudi Yeriza. Tapi mereka nggak nyangka, Yudi tetap adalah pewaris Keluarga Yeriza. Sofia bukan gadis desa kayak dulu lagi, melainkan jawara bela diri, ahli pengobatan, dewa peretas dan jenius pemain biola!

Willy Linggo, Raja Neraka yang pernah menaklukkan Penjara Maut, kembali ke kota asalnya demi mencari kebenaran tentang pembunuhan keluarganya. Dia memiliki tujuh kakak perempuan. Kakak pertama, Yuna, CEO cantik dan dingin. Kakak kedua, Luna, misterius dan sulit ditebak. Kakak ketiga, Jenna, pramugari internasional. Kakak keempat, Rena, dokter jenius. Kakak kelima, Mira, penyiar cantik. Kakak keenam, Sera, identitas misterius. Kakak ketujuh, Vina, aktris legendaris.

Pengemis kecil bernama Yulia memiliki ibu yang sakit parah. Karena sangat kelaparan, ia nekat mencuri bakpao, tetapi malah ketahuan dan tanpa sengaja memperlihatkan tanda lahir berbentuk bulu phoenix di dahinya, yang merupakan bukti keturunan kerajaan. Pengawal Juned terkejut dan melaporkannya kepada Kaisar. Jaka yang sudah sepuluh tahun tidak memiliki anak langsung terperanjat: “Aku punya putri?!” Namun Putri Wulan tidak terima. Di jalan, ia mencambuk Yulia dan ibunya, bahkan menyeret ibu Yulia di belakang kuda. Lebih parah lagi, demi mempertahankan kedudukan putrinya, Selir Lita sampai menyuruh Guru Galih menukar wajah kedua anak itu. Yulia berubah menjadi “putri kerajaan” yang dipenjara dan diambil darahnya, sementara putri palsu yang memakai wajah Yulia tiap hari memanggil Selir Lita dengan sebutan “Ibu Suri”. Ibu kandung Yulia, Tyas, hancur hatinya: “Kenapa putriku memanggil wanita lain ibu?!”