

Tara Walt, putri pertama Keluarga Walt melarikan diri dari pernikahannya dan menyamar sebagai pria di pesta pertunangan untuk menghindari pernikahan politiknya dengan Will Marsh, tuan muda pertama Keluarga Marsh. Tanpa sadar, Tara yang melarikan diri dari pernikahan secara tidak sengaja menjadi pengawal Will. Hubungan keduanya kemudian berkembang pesat. Will yang saat itu membenci calon istrinya dan merasa bingung karena mengira dirinya jatuh cinta pada seorang pria. Hal ini menyebabkan lelucon besar dalam hubungan mereka berdua. Tara membantu Will menghadapi ibu tirinya yang kejam dan adik laki-lakinya yang selalu berusaha mencelekainya. Oleh karena itu, dia menghadiri pesta dengan menyamar sebagai seorang wanita dan ketahuan oleh kakak laki-laki dan orang tuanya. Agar pernikahan mereka berdua berjalan lancar, kedua pihak orang tua membuat mereka pingsan dan mengirim mereka ke tempat pernikahan. Adik laki-laki Will tertarik dengan kecantikan Tara dan ingin menikah dengannya. Tara dan Will mengetahui identitas asli masing-masing saat melarikan diri dari pernikahan lagi. Will mulai mengungkapkan perasaannya terhadap Tara dan mengakui cinta mereka satu sama lain. Akhirnya dengan bantuan Tara, Will berhasil mengalahkan ayahnya, mengambil kembali Grup Marsh milik ibunya dan hidup bahagia bersama Tara.

Seorang profesi ilmu kedokteran genius melakukan perjalanan waktu dan menjadi Putri Lores yang terbengkalai. Batu saja tiba, dia sudah bertemu dengan orang yang terluka parah dan dia pergi untuk mengobatinya, tetapi dia malah hampir dipenjarakan tanpa alasan. Kaisar agung sakit parah dan dia mencoba mengobatinya, tetapi malah disalahpahami dan dimarahi oleh pangeran yang menyebalkan itu. Mungkinkah menjadi orang baik itu memang sangat sulit? Pria itu bukan hanya terus menyulitkannya, juga mau menikahi selir untuk membuatnya kesal! Si pangeran menyebalkan berkata dengan dingin: "Bagaimana kau bisa bikin aku membencimu? Aku cuma sebal padamu dan merasa jijik saat melihatmu." Keira Lana berkata sambil tersenyum manis: "Aku juga tidak suka pada Pangeran. Hanya saja kita adalah orang berpendidikan, jadi aku nggak mau bertengkar terang-terangan." Si pangeran menyebalkan mencibir dan berkata, "Jangan kira kalau kau mengandung anakku, aku akan akui kau sebagai istriku. Minum obat ini dan hubungan kita putus. Jangan halangi aku menikahi Nona Vina." Keira menekuk alisnya dan melanjutkan, "Pangeran suka banget bercanda. Anda boleh menikah sesuka hati, aku juga boleh membawa anakku pergi dan menikah lagi. Kita jangan halangi satu sama lain. Nanti aku undang Pangeran ke pesta ulang tahun pertama anakku."