

Lima belas tahun lalu, aku tanpa sengaja menolong seorang bocah tunawisma yang tak mampu membeli bola. Aku memberinya uang dan sambil bercanda meminta 1% saham pendiri jika suatu hari bocah itu berhasil membangun perusahaan. Aku hanya ingin memberikan dorongan kecil agar sang bocah berani mengejar mimpinya. Lima belas tahun kemudian, klub sepak bola yang kubangun terancam bangkrut. Tiga anak angkat yang kubesarkan mengkhianatiku demi merebut perusahaan, menguras uangku dan menghancurkanku. Para pemain menuntut gaji yang tertunggak, istriku sekarat karena penyakit mematikan, dan sahabat yang paling kupercaya memaksaku menyerahkan segalanya. Aku menelan egoku dan melepaskan seluruh milikku demi menyelamatkan para pemain dan keluarganya. Tepat ketika semua orang mengira aku telah benar-benar tamat, iring-iringan mobil mewah dari sebuah konglomerat bernilai kuadriliun berhenti di depan rumahku. Bocah tunawisma yang tadinya tak punya apa-apa, akhirnya kembali.

Setelah kekasihnya direbut orang lain dan ia mendapati dirinya hamil secara tak terduga, Yura menghubungi ayah biologis sang anak, Yogi, dan segera mendaftarkan pernikahan mereka. Seiring berjalannya waktu, Yura menemukan sisi lembut di balik sikap dingin pria itu dan akhirnya jatuh cinta padanya. Namun, suatu hari ia mendapati kenyataan yang mengejutkan: suaminya—yang tampak seperti sopir biasa—ternyata sangat mirip dengan kepala Keluarga Cakra yang berpengaruh.

Berbekal kemampuan rahasia melihat komentar netizen yang selalu membenarkan kekejaman suaminya sebagai bentuk cinta dan "gengsi", seorang istri akhirnya tersadar setelah sang suami terus menyakitinya dan membiarkan wanita masa lalunya menyiksanya secara fisik maupun mental. Tak lagi termakan ilusi komentar tersebut, ia diam-diam menyusun rencana pelarian, meninggalkan surat cerai, lalu menghilang tanpa jejak. Kini, ia telah menemukan kebahagiaan sejati dengan menikahi pria yang jauh lebih sempurna, membiarkan mantan suaminya hancur mengemis penyesalan sementara ia tak akan pernah menoleh ke belakang lagi.

Aku terbangun nggak terduga sebagai pengendali binatang tingkat SSS terlemah di akademi dengan Slime yang lentur. Saat makhluk lucu dan nggak berbahaya ini diejek oleh semua sebagai sesuatu yang nggak berguna, bahkan pengendali hwan lainnya menghinaku, sistem yang tertidur di benakku tiba-tiba aktif dengan peringatan kiamat. Dengan demikian, mulailah perjalananku untuk berkuasa!

Kakakku, Jude Easton, sering bolos dan mulai berpacaran terlalu dini, tetapi orang tua kami justru mengirimku, anak berprestasi, ke Pusat Pembinaan Remaja, dengan dalih untuk memberinya pelajaran. Pada tahun pertama, seorang pembina memecahkan gendang telingaku. Tubuhku berlumuran darah, aku mencengkeram jeruji besi sambil minta pertolongan. Pada tahun kedua, pembina itu mematahkan kedua kakiku. Pada tahun ketiga, instruktur itu menyuntikkan hormon dalam dosis besar ke tubuhku. Tubuhku membengkak seperti paus. Instruktur itu menyeringai. Jude berdiri di luar kurungan sambil memegang surat penerimaan dari sebuah universitas ternama. Seluruh keluarga tampak senang. "Willa, Jude diterima di universitas ternama. Tugasmu sudah selesai. Aku akan membawamu pulang." "Siapa Willa? Mereka semua memanggilku Si Kerdil."

Josep Lewis menyasar ke zaman kuno saat masa kelaparan dan langsung dikasih 5 anak cewek. Tokoh aslinya sangat bangsat. Kelima anaknya benci dia sampai pengen dia mati. Menghadapi situasi awal yang berantakan, Josep aktifkan sistem undian yang hebat. Josep mengumpulkan nilai kasih dari anak-anaknya, lalu menukarnya dengan berbagai barang. Akhirnya, Josep dan kelima anaknya hidup tenang dan nyaman di zaman kuno. Tak disangka, pada suatu hari, para ibu dari kelima anaknya datang satu per satu dan mereka semua punya latar belakang yang hebat.