

Junita Citro adalah putri dari Panglima Hendra Citro. Dia menikah dengan Riko Cendana, orang Suku Nador, selama tujuh tahun dan memiliki seorang putra bernama Steven Cendana. Di tahun ketujuh pernikahan, Junita membawa putranya mencari Riko di markas militer tempat dia bekerja. Sesampainya di markas militer, dia mengetahui suaminya telah menikah lagi dengan wanita bernama Fania. Di sana, Junita dan anaknya, disiksa oleh ibu Fania, Sinta, bersama Fania hingga menewaskan putra Junita. Karena sedih kehilangan putranya, Junita pun mencari kembali orang tuanya untuk membalaskan dendam kepada Riko, Fania, dan Sinta.

"Wani dan Kezia, dua sahabat modern, terlempar ke dunia kuno sebagai saudari dari negara musuh yang dikirim untuk pernikahan politik—padahal sebenarnya mereka adalah mata-mata. Kezia menikah dengan Pangeran Yuda, sang dewa perang berhati dingin, sementara Wani dengan Pangeran Bino yang licik dan penuh perhitungan. Kedua pangeran itu sangat waspada, bahkan beberapa kali mencoba membunuh mereka. Namun di balik itu, “mata-mata berbahaya” ternyata hanyalah kutu buku polos yang tak paham cinta maupun intrik, sedangkan “gadis naif” justru ahli membaca manusia dan balik mempermainkan sang pangeran. Kisah manis penuh kesalahpahaman dan balas serangan pun dimulai."

Lima tahun lalu, Tania dan Lingga bercerai karena sebuah kesalahpahaman. Lima tahun kemudian, dia kembali ke tanah air dan bekerja di Rumah Sakit Jaya, tidak disangka malah bertemu kembali dengan mantan suaminya dan secara tidak sengaja tidur bersama. Sejak saat itu, Lingga menerobos masuk ke dalam hidupnya secara dominan, terus mendesak langkah demi langkah, hingga hubungan mereka menjadi cerai tapi tidak pisah ranjang.

Sinta si karyawati magang tak sengaja meniduri CEOnya, Bagas. Tapi, dia tahu kalau Bagas sudah menyukai seseorang.Jadi, setelah berhubungan intim dengannya, Sinta diam-diam pergi, tapi Bagas malah mau menikahinya, bahkan sikapnya berubah 180 derajat.Bagas mulai mengejar Sinta, tapi itu tidak membuat Sinta jatuh cinta padanya, malah benci pada Bagas. Karena...