

Pengemis kecil bernama Yulia memiliki ibu yang sakit parah. Karena sangat kelaparan, ia nekat mencuri bakpao, tetapi malah ketahuan dan tanpa sengaja memperlihatkan tanda lahir berbentuk bulu phoenix di dahinya, yang merupakan bukti keturunan kerajaan. Pengawal Juned terkejut dan melaporkannya kepada Kaisar. Jaka yang sudah sepuluh tahun tidak memiliki anak langsung terperanjat: “Aku punya putri?!” Namun Putri Wulan tidak terima. Di jalan, ia mencambuk Yulia dan ibunya, bahkan menyeret ibu Yulia di belakang kuda. Lebih parah lagi, demi mempertahankan kedudukan putrinya, Selir Lita sampai menyuruh Guru Galih menukar wajah kedua anak itu. Yulia berubah menjadi “putri kerajaan” yang dipenjara dan diambil darahnya, sementara putri palsu yang memakai wajah Yulia tiap hari memanggil Selir Lita dengan sebutan “Ibu Suri”. Ibu kandung Yulia, Tyas, hancur hatinya: “Kenapa putriku memanggil wanita lain ibu?!”

Seorang pembunuh bayaran papan atas, Aruna Wiratama, tewas dan terbangun dalam tubuh seorang perempuan yang memiliki nama dan marga yang sama dengannya. Sejak kecil, ayah Aruna gugur di medan perang. Demi melindungi diri mereka dan mempertahankan posisi di Keluarga Wiratama, sang ibu menyamarkan Aruna sebagai laki-laki sejak lahir dan membesarkannya dengan identitas palsu. Seiring bertambahnya usia, Aruna sangat ingin kembali hidup sebagai perempuan, namun ia juga diliputi ketakutan. Jika identitasnya terbongkar, bukan hanya dirinya, tetapi juga ibunya, akan berada dalam bahaya besar. Untuk segera menjauh dari ancaman tersebut, Aruna merencanakan pelarian bersama ibunya. Namun sebelum rencana itu terwujud, ia justru menarik perhatian Elran Adikara, satu-satunya pangeran Kerajaan Agrajaya yang sangat berkuasa dan dikenal berhati dingin serta kejam. Aruna pun dibawa ke kediamannya. Sejak saat itu, demi mempertahankan hidupnya, Aruna terpaksa menjalani hari-hari yang dipenuhi permainan mental dan fisik bersama Elran.

Seorang pembunuh bayaran papan atas, Aruna Wiratama, tewas dan terbangun dalam tubuh seorang perempuan yang memiliki nama dan marga yang sama dengannya. Sejak kecil, ayah Aruna gugur di medan perang. Demi melindungi diri mereka dan mempertahankan posisi di Keluarga Wiratama, sang ibu menyamarkan Aruna sebagai laki-laki sejak lahir dan membesarkannya dengan identitas palsu. Seiring bertambahnya usia, Aruna sangat ingin kembali hidup sebagai perempuan, namun ia juga diliputi ketakutan. Jika identitasnya terbongkar, bukan hanya dirinya, tetapi juga ibunya, akan berada dalam bahaya besar. Untuk segera menjauh dari ancaman tersebut, Aruna merencanakan pelarian bersama ibunya. Namun sebelum rencana itu terwujud, ia justru menarik perhatian Elran Adikara, satu-satunya pangeran Kerajaan Agrajaya yang sangat berkuasa dan dikenal berhati dingin serta kejam. Aruna pun dibawa ke kediamannya. Sejak saat itu, demi mempertahankan hidupnya, Aruna terpaksa menjalani hari-hari yang dipenuhi permainan mental dan fisik bersama Elran.

Saat Maharani Ratna Agnaya jatuh sakit parah, ia menemukan kembali putrinya yang lama hilang, Aurelia Agnaya, dan berniat menyerahkan takhta kepadanya. Namun, Aurelia hanyalah istri setia dari seorang sarjana miskin, Arkana Wiratama. Ia berbakti kepada keluarga suaminya dan membantu Arkana meraih kesuksesan. Sayangnya, setelah mencapai kedudukan, Arkana justru mengkhianatinya demi ambisi. Ia bersekongkol dengan putri bangsawan, Selina Adikara, untuk memfitnah Aurelia dan memaksanya bercerai. Di ambang kehancuran, rahasia jati diri Aurelia akhirnya terungkap. Sosok yang selama ini melindunginya, Rendra Bimantara, seorang mantan abdi istana sekaligus ayah angkatnya, rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Tak lama kemudian, utusan kerajaan Arsen Mahendra datang, membongkar kebenaran, dan menyeret para pengkhianat ke hadapan hukum. Di hadapan makam ayah angkatnya, Aurelia mengumumkan kenaikan takhtanya. Ia memutuskan seluruh ikatan dengan masa lalunya, termasuk dengan Arkana, dan bertransformasi dari seorang wanita yang terbuang menjadi maharani yang disegani. Sebuah kisah intrik istana yang memadukan perebutan kekuasaan dan sisi gelap manusia, tentang pengkhianatan, balas dendam, dan kebangkitan seorang wanita menuju takdirnya.

Pada waktu bersamaan, lahir dua bayi perempuan di Negeri Maheswara. Seorang pertapa meramalkan, salah satu dari mereka ditakdirkan menjadi Putri Titisan Langit, kelak akan menjadi Ratu Agung yang menaungi seluruh negeri. Namun, siapa yang membawa takdir itu baru akan terungkap lewat pernikahan politik di usia delapan belas tahun. Raja Maheswara yakin bahwa Putri Titisan Langit pasti adalah Citra Anggraini. Ia pun mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk membesarkan serta mendidik Citra, sementara Sekar Anggraini diabaikan begitu saja. Delapan belas tahun kemudian, Negeri Maheswara semakin melemah hingga tak punya pilihan selain menikahkan putrinya demi aliansi. Raja Maheswara bersama Selir Ratnasari pun bersekongkol, membuat Citra Anggraini dinikahkan ke keluarga kerajaan dari Negeri Ardhani, sementara Sekar Anggraini justru dipaksa menikah jauh ke Negeri Liar. Karena ibunya masih terkurung di istana, Sekar Anggraini hanya bisa menangis saat dipaksa menikah keluar. Ia pun menempuh perjalanan jauh ke Negeri Liar. Namun, setibanya di sana, ia terkejut melihat pemimpin muda bangsa itu ternyata adalah Raja Adiwangsa dan negeri yang dikira miskin serta tandus justru menyimpan kekayaan berlimpah.
![[Sulih Suara]Ratu Negeri Liar Menjadi Penguasa Seluruh Negeri](https://acfs3.goodshort.com/dist/src/assets/images/pc/common/f901131c-default-book-cover.png)
Pada waktu bersamaan, lahir dua bayi perempuan di Negeri Maheswara. Seorang pertapa meramalkan, salah satu dari mereka ditakdirkan menjadi Putri Titisan Langit, kelak akan menjadi Ratu Agung yang menaungi seluruh negeri. Namun, siapa yang membawa takdir itu baru akan terungkap lewat pernikahan politik di usia delapan belas tahun. Raja Maheswara yakin bahwa Putri Titisan Langit pasti adalah Citra Anggraini. Ia pun mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk membesarkan serta mendidik Citra, sementara Sekar Anggraini diabaikan begitu saja. Delapan belas tahun kemudian, Negeri Maheswara semakin melemah hingga tak punya pilihan selain menikahkan putrinya demi aliansi. Raja Maheswara bersama Selir Ratnasari pun bersekongkol, membuat Citra Anggraini dinikahkan ke keluarga kerajaan dari Negeri Ardhani, sementara Sekar Anggraini justru dipaksa menikah jauh ke Negeri Liar. Karena ibunya masih terkurung di istana, Sekar Anggraini hanya bisa menangis saat dipaksa menikah keluar. Ia pun menempuh perjalanan jauh ke Negeri Liar. Namun, setibanya di sana, ia terkejut melihat pemimpin muda bangsa itu ternyata adalah Raja Adiwangsa dan negeri yang dikira miskin serta tandus justru menyimpan kekayaan berlimpah.