

Salim Pratama, anak angkat Keluarga Pratama, pernah merasakan kasih sayang dan perhatian penuh. Namun sejak putra kandung Keluarga Pratama, Rafi Pratama, kembali ke rumah, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk. Rafi dengan sengaja menjebaknya, membuat seluruh keluarga membenci Salim. Bertepatan dengan proyek “Kapsul Waktu” yang digagas kakak tertua Keluarga Pratama yang masih kekurangan relawan, Salim memutuskan untuk ikut serta. Ia juga berniat mendonorkan kornea matanya demi memulihkan penglihatan kakak keduanya yang buta. Itu dilakukannya sebagai bentuk balas budi, sekaligus berharap bisa kembali ke masa saat pertama kali diadopsi dan memilih ulang jalan hidupnya. Namun, selama tiga hari di rumah, dia terus-menerus dijebak oleh Rafi. Keluarganya tidak hanya menyakitinya dan membunuh kelincinya, tetapi juga melupakan ulang tahunnya yang ke-18. Dengan hati yang hancur, dia merayakan ulang tahunnya sendirian sebelum pergi ke laboratorium. Belakangan, keluarganya mengetahui kebenarannya dan dipenuhi penyesalan. Mereka menunggu dengan sabar di depan pintu laboratorium selama tiga puluh tahun.

Di kehidupan lalu, Yuni jatuh hati pada Kaisar dan berharap dipilih menjadi selir. Dia bahkan rela memutus hubungan dengan keluarganya dan membatalkan pernikahan dengan tunangannya, Kevin. Setelah bertahan 10 tahun di istana, Yuni malah dihina dan dikurung di Istana Dingin tepat di hari pengangkatannya sebagai permaisuri. Tapi dia tidak terima diperlakukan begitu dan bunuh diri. Sebelum meninggal, dia melihat Kevin yang ditinggalkannya, datang dengan cemas. Saat sadar, Yuni terlahir kembali ke hari di mana dia membatalkan pernikahan dengan Kevin. Tapi kali ini, dia naik ke tandu pengantin dengan yakin. Semua orang mengira hidupnya akan menderita. Tetapi, ternyata Yuni berhasil menaklukkan seluruh orang di kediaman Kevin. Anak tirinya yang angkuh percaya padanya, adiknya yang manja menuruti dia. Kevin, wali Kaisar yang dingin itu pun tunduk padanya. Yuni mengira dia akan menjalani hidup bahagia ini dengan tenang, tetapi tiba-tiba Kaisar yang dulunya kejam itu malah datang mencarinya...

Fina Halim sekeluarga berjumlah empat orang makan hotpot di rumah, namun tabung gas meledak secara tidak sengaja. Saat membuka mata lagi, dia ternyata jadi wanita antagonis di dalam novel yang ditulisnya sendiri. Yang lebih mengejutkan, orang tua dan adik laki-lakinya juga ikut berpindah, menjadi keluarga kaya dalam cerita. Fina sangat memahami alur cerita. Menurut alur semula, mereka akan berakhir tragis karena menyinggung tokoh utama wanita, Anita Liman. Untuk menyelamatkan nyawa dan kekayaan yang ada di depan mata, seluruh keluarga memutuskan untuk menyenangkan Anita. Namun Anita yang terlihat setuju, diam-diam merencanakan sesuatu dengan kakaknya, Jodi Liman. Untungnya Fina yang memahami alur cerita selalu bisa mengatasi semua bahaya. Untuk menyelamatkan diri, Fina setuju untuk membatalkan pernikahan dengan Ivan Lukito, tetapi secara tidak sengaja malah menjadi pengumuman resmi! Fina hanya bisa mengikuti situasi yang salah, sambil melawan musuh, dan menjalani pertunangan dengan Ivan. Akhirnya, wanita antagonis ini berhasil menjadi tokoh utama wanita. Gadis polos nan cerdik itu berhasil menaklukkan hati bos dominan yang arogan dan hidup bahagia.

Zalilah Aella adalah seekor anjing gila yang setia sampai mati kepada Kaisar yang kini lumpuh, Aldi Sakya. Pada hari penobatan Kaisar, dia membantai banyak orang hingga darah menggenangi aula istana. Namun, pada hari itu juga, Aldi Sakya mengakhiri hidupnya sendiri dalam pelukan Zalilah Aella. Didera kesedihan yang mendalam, Zalilah Aella pun kehilangan kesadaran—dan saat dia tersadar kembali, dia telah kembali ke masa lalu. Kini, dia berada di saat Aldi Sakya masih berusia delapan belas tahun, masih seorang pangeran kesembilan yang ceria dan bercahaya, dengan kedua kakinya masih utuh. Di kehidupan ini, Zalilah Aella membawa serta ingatan dari masa lalunya. Dari seorang pengemis kecil, dia menyusup ke istana dan melangkah satu demi satu hingga bisa berdiri di sisi Pangeran Kesembilan. Kali ini, dia akan lebih dulu menghabisi semua iblis yang pernah menyeretnya ke jurang keputusasaan. Dulu, nama asli Zalilah Aella adalah Zalilah Aella yang berarti ""Musim Dingin yang Hina"". Keluarganya melarikan diri ke ibu kota untuk menghindari bencana, namun di tengah perjalanan, kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal dunia. Tinggallah dia seorang diri, mengemis di jalanan demi bertahan hidup. Tak disangka, saat meminta sedekah, dia tanpa sengaja menyentuh ujung lengan baju Anisa Wongso. Karena kesalahan kecil itu, dia dipukuli hingga hampir mati oleh para pelayan. Demi bertahan hidup, Zalilah Aella harus berebut sepotong roti berjamur dengan sesama pengemis dan terus mengalami penghinaan. Di saat itulah, Aldi Sakya yang kebetulan lewat menolongnya. Untuk membalas budi dan demi tetap hidup, Zalilah Aella bersedia menjadi anjing setianya. Aldi Sakya-lah yang kemudian mengganti namanya menjadi Siska Aella. Namun, di kemudian hari, Zallilah baru mengetahui bahwa Aldi Sakya, pria muda yang terjebak sebagai gigolo di rumah bordil, sebenarnya adalah Pangeran Kesembilan yang telah lama menghilang. Karena ulah Perdana Menteri yang bersekongkol dengan Putra Mahkota, seorang pan